PANGKALPINANG,Detektifbabel.com – Ketua DPW SWI Bangka Belitung, Restu Palgunadi, mengecam masih terjadinya kecelakaan kerja di sektor pertambangan timah di Bangka Belitung. Ia menilai rangkaian insiden yang kembali merenggut nyawa pekerja menunjukkan bahwa keselamatan kerja belum benar-benar menjadi prioritas, melainkan masih sering dikalahkan oleh kepentingan produksi.
Menurut Restu, keselamatan kerja adalah kewajiban mutlak seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pertambangan, mulai dari pemegang izin, pengelola operasional, kontraktor, hingga instansi pengawas. Ia menegaskan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar menjadi formalitas administrasi tanpa pengawasan nyata di lapangan.
“Kalau korban jiwa terus berulang, berarti ada yang sangat salah dalam sistemnya. Ini bukan kejadian biasa, ini kegagalan yang harus dibenahi segera,” ujar Restu Palgunadi.
Ia juga menyoroti lemahnya penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik atau Good Mining Practice dalam operasional tambang. Menurutnya, selama keselamatan pekerja masih bisa dikorbankan demi target produksi dan keuntungan, maka sektor pertambangan akan terus menyimpan ancaman serius bagi para pekerja.
Restu mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Undang-Undang Minerba, serta berbagai aturan ketenagakerjaan sudah sangat jelas mengatur kewajiban perlindungan terhadap pekerja. Karena itu, setiap kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa pertanggungjawaban yang tegas.
Ia mendesak Inspektur Tambang, Dinas Ketenagakerjaan, kepolisian, dan instansi terkait untuk bekerja profesional, transparan, dan tidak setengah hati dalam melakukan investigasi. Menurut dia, hasil penyelidikan harus dibuka ke publik agar penyebab kejadian diketahui secara terang dan pihak yang lalai tidak berlindung di balik alasan teknis.
“Nyawa manusia bukan biaya operasional yang bisa diabaikan. Kalau keselamatan masih dianggap nomor dua, maka tragedi seperti ini akan terus berulang,” tegasnya.
(Wan Farilla)

















