Detektif Babel,Bangka – Sejumlah pihak terkait menggelar audiensi untuk membahas keberadaan jaringan kabel listrik PLN dan kabel fiber optik yang melintasi kawasan Jembatan Baturusa, Kabupaten Bangka. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai masukan dari masyarakat, khususnya para nelayan yang mengeluhkan posisi kabel yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran serta keselamatan pengguna jalur Sungai Baturusa.
Audiensi dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi teknis terkait, operator telekomunikasi, pihak PLN, serta unsur masyarakat. Dalam forum tersebut dibahas berbagai aspek, mulai dari keselamatan pelayaran, estetika kawasan, kepatuhan terhadap regulasi, hingga kemungkinan penataan ulang jaringan kabel yang melintasi alur sungai.

Perwakilan masyarakat menyampaikan harapan agar keberadaan kabel yang melintang di sekitar jembatan dapat ditata dengan lebih baik sehingga tidak menghambat lalu lintas perahu nelayan maupun aktivitas masyarakat yang memanfaatkan jalur sungai. Keluhan serupa sebelumnya juga telah disampaikan oleh sejumlah nelayan yang menilai kabel yang menggantung rendah berpotensi membahayakan pelayaran.
Sementara itu, pihak operator telekomunikasi dan instansi terkait menjelaskan bahwa jaringan fiber optik merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting dalam mendukung konektivitas digital dan layanan telekomunikasi. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jaringan fiber optik menjadi salah satu tulang punggung layanan internet yang mendukung transformasi digital masyarakat.
Melalui audiensi tersebut, seluruh pihak sepakat untuk melakukan inventarisasi terhadap jaringan yang berada di kawasan Jembatan Baturusa. Hasil inventarisasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui survei lapangan dan koordinasi teknis guna mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.

“Kami berharap ada solusi terbaik yang dapat memberikan rasa aman bagi nelayan dan masyarakat tanpa mengganggu fungsi infrastruktur yang sudah ada,” ujar salah satu peserta audiensi.
Di sisi lain, Pembina Yayasan Lembaga Solidaritas Anak Bangsa Cinta Damai Indonesia (YLSABCDI), Eko Nurdiansyah, menegaskan pentingnya memperhatikan dampak pembangunan infrastruktur terhadap masyarakat.
“Saya berharap seluruh instansi maupun dinas terkait dapat lebih memperhatikan dampak dari setiap pembangunan infrastruktur yang menyangkut kepentingan umum. Sejak tahap perencanaan hingga pemasangan jaringan, aspek manfaat, keselamatan, dan kelancaran aktivitas masyarakat harus menjadi perhatian utama,” ujar Eko.
Hasil pembahasan audiensi akan dituangkan dalam berita acara dan menjadi dasar bagi instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Diharapkan, solusi yang dihasilkan dapat menjamin keselamatan pelayaran, menjaga keandalan pasokan listrik, serta memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi bagi masyarakat.
(Restu Palgunadi)

















