Detektifbabel.com, Bangka – Pengawasan terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Bangka diperketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan subsidi energi dari pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat serta menutup celah terjadinya penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi.
Sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Sales Area Bangka Belitung bersama BPH Migas dan Polres Bangka melaksanakan pemantauan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) melalui penerapan Program Subsidi Tepat di SPBU 24.332.133 Parit Padang dan SPBU 24.332.124 Kenanga, Kabupaten Bangka, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan pengawasan tersebut terfokus pada verifikasi penggunaan QR Code Subsidi Tepat, pencocokan data kendaraan dengan data receiver manfaat yang telah terdaftar dalam sistem, serta pemantauan langsung proses penyaluran BBM subsidi di SPBU.
Selain melakukan pengawasan, tim gabungan juga memberikan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman terhadap mekanisme Program Subsidi Tepat, sekaligus mendorong kepatuhan dalam penggunaan BBM bersubsidi sesuai aturan yang berlaku.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kolaborasi antara Pertamina, BPH Migas, dan aparat penegak hukum menjadi elemen penting dalam menjaga keutuhan program subsidi energi nasional.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan penyaluran subsidi BBM berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran. Melalui pengawasan bersama ini, kami ingin memastikan penerapan Program Subsidi Tepat berjalan dengan baik sehingga distribusi energi menjadi lebih akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Rusminto.
Dari hasil pemantauan di lapangan, implementasi Program Subsidi Tepat pada kedua SPBU tersebut dinilai berjalan sesuai ketentuan.
Penggunaan QR Code Subsidi Tepat telah diterapkan dalam seluruh transaksi JBT dan JBKP. Hasil verifikasi juga menunjukkan kesesuaian antara data kendaraan dengan data yang dicatat dalam sistem.
Tak hanya itu, selama kegiatan pengawasan berlangsung, tim gabungan tidak menemukan indikasi penyimpangan dalam penyaluran subsidi BBM. Aktivitas distribusi di kedua SPBU juga terpantau berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Temuan tersebut menjadi indikator bahwa sistem pengawasan berbasis digital melalui QR Code mampu memperkuat kontrol distribusi subsidi BBM sekaligus meminimalkan potensi pemanasan yang selama ini menjadi perhatian publik.
Rusminto menambahkan, pengawasan tidak akan menghentikan kegiatan pemantauan pada saat itu juga.

Pertamina bersama regulator dan aparat penegak hukum akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan secara berkala untuk memastikan energi subsidi tetap tersalurkan kepada kelompok masyarakat yang berhak menerimanya.
“Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar penyaluran subsidi BBM tetap tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan Program Subsidi Tepat tidak hanya bergantung pada sistem dan pengawasan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sebagai pengguna.
Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga kebugaran distribusi energi serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Masyarakat juga diimbau menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Apabila membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi layanan Pertamina Contact Center 135.
Pengawasan diperketat, sistem digital diperkuat, dan aparat dilibatkan. Pesannya jelas: subsidi BBM harus tepat sasaran dan tidak boleh bocor ke pihak yang tidak berhak.
(Restu Palgunadi)

















