BANGKA, DETEKTIF BABEL — Tradisi adat Rebo Kasan di Desa Air Anyer, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, berlangsung meriah dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, berdoa bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga dan berbagai unsur masyarakat.
Tokoh pemuda Desa Air Anyer, Suhardi, mengatakan kegiatan Rebo Kasan turut dihadiri sejumlah tokoh dan tamu undangan, di antaranya Bupati Bangka, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur lainnya.
“Alhamdulillah, acara Rebo Kasan di Air Anyer berlangsung ramai. Kami merasa senang karena masyarakat dan para tamu dapat hadir bersama-sama untuk memeriahkan kegiatan ini,” ujar Suhardi di sela-sela acara.

Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pimpinan daerah menunjukkan adanya dukungan terhadap upaya mempertahankan serta melestarikan tradisi dan budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bangka.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat dengan para tamu yang hadir.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui jamuan makan bersama yang digelar di rumah toko tempat kegiatan adat berlangsung. Warga dan tamu undangan berbaur dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Suhardi berharap tradisi Rebo Kasan dapat terus dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda sehingga tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Tradisi ini jangan sampai hilang. Anak-anak muda harus ikut menjaga dan melestarikan budaya daerah agar tetap dikenal dan dihayati oleh generasi berikutnya,” katanya.
Rebo Kasan bukan sekadar kegiatan adat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat doa bersama, kebersamaan dan silaturahmi. Tradisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya masyarakat Bangka agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(Wan Farilla)

















